Minggu, 08 November 2015

Ketika  santri makan mie instan…

     Mungin kalian akan berpikir apa uniknya santri ketika makan mie? Toh biasa saja, sama-sama pake tangan. Eeeiiitts, tunggu dulu. Memang, pada dasarnya sama saja. Tapi, kondisi yang dialami para santri, akan membuat sensasi yang berbeda ketika mereka makan mie. Penasaran? Ok, don’t go anywhere. Akan ku bawa kalian untuk mengintip para santri makan mie…
1.      Makan mie seperti orang normal lainnya
Seperti orang normal lainnya yang memakan mie dengan keadaan normal pula. Para santri juga pernah merasakannya. Kalian tahu lah bagaimana makan mie yang normal yang sering dilakukan orang-orang.
Pertama-tama, tentu lah mie nya dimasak terlebih dahulu. Kemudian, sajikan di atas piring atau mangkok (sesuai kebutuhan). Dan, siap untuk dimakan seperti di bawah ini



2.      Tidak adanya piring, mangkok, dan teman-temannya yang lain, menyebabkan para santri rela makan mie seperti ini. Katanya sih biar kaya orang korea. Padahal itu hanya ALASAN




Karena tak adanya peralatan dapur yang lengkap, alhasil makan mie pun harus di tempat seperti ini.
“eeiihh, kita mah kaya orang korea, makannya langsung di panci. Hahaha.”
Ah, jangan percaya dengan statement sperti itu. Kalian tentu sudah tahu, itu hanya ALASAN semata. Intinya sih, ga ada lagi tempat makan yang bisa untuk dipakai.


3.      Bermodalkan air panas dan mie, para santri ini langsung dapat menikmati mie dengan lahap. Tak perlu kompor untuk memasak



     










     Tak adanya kompor, tak menjadikan para santri resah untuk menikmati enaknya mie instan. Bermodalkan mie dengan air panas, mereka dapat memasak mie tersebut dengan caranya sendiri. Do you want to know it?
Pertama, pastikan kamu punya mie instan dan air panas sebagai modal awal
Setelah itu, buka bungkus mie nya, pastikan kamu membukanya dengan benar. Kamu cukup membuka bagian atas nya saja.
Kemudian, masukkan air panas ke dalam bungkus mie yang telah dibuka. Untuk mempercepat proses pemasakan mie, tutup rapat bungkus mie dengan apapun yang ada. Bisa karet, jepitan, atau apapun yang tersedia di sekitarmu.
Dan, tunggu beberapa menit, masukkan bumbu, dan tadaaa… mie pun siap untuk dimakan. Kamu dapat menghidangkannya di atas piring atau mangkok jika tidak ingin memakan mie langsung dari bungkusnya. Makan mie langsung dari bungkusnya akan memberikan sensasi yang berbeda dari biasanya. so, tentukan selera mu, kawan!!!


   4. Tak ada air panas? Tak masalah. Para santri masih dapat menyajikan mie enak

     










Tak ada air panas? Tenang saja, para santri masih tetap bisa menikmati mie instan. Ganti saja, air panasnya dengan air dingin. Masalah pun bereees.
Caranya Tak jauh beda dengan memasak menggunakan air panas. Hanya saja, mie di remukkan terlebih dahulu dan masukkan ke dalam wadah, kemudian siram dengan air dingin secukupnya, dan jangan lupa masukkan bumbu. Aduk-aduk, dan jadiii. Dengan sensasi air dingin, kamu akan merasakan mie yang masih kriuk-kriuk.  Oh ya, jika kalian pencinta rasa pedas, bisa juga menambahkan cabai untuk tambahan bumbunya. cara seperti ini dikenal dengan sebutan "BEROK". ingat, BEROK. bukan BERAK yaaaa...

5.      Mix and match rasa mie instan. Rasa apapun dapat dicampur-campur, yang penting isinya jadi banyak


Para santri tak hanya punya keahlian dalam mix and match pakaian, tapi rasa makanan pun dapat mereka campur-campur sesuka mereka.

“masak mie yuuuu”
“ayoooo, lapar nih”
“aku ada rasa ayam bawang”
“aku ada rasa soto”
“aku ada rasa kari”
“ok, kita satuin semuanya!!!”

Tak peduli dengan brand dan rasa yang berbeda, dengan cekatan mereka mencampurkan semua rasa yang ada, sehingga terciptalah rasa baru yang memanjakan lidah. Bagi mereka yang terpenting adalah “banyaknya” dan juga “kebersamaannya”.

6.      Beli baso, tapi mie nya bawa sendiri. So, ga perlu repot masak mie instan

“bang, beli bakso. Mie nya ini ya bang” sambil menyodorkan mie pada abang tukang bakso.

Saat mereka malas untuk masak mie, tapi ingin memanjakan lidahnya dengan enaknya mie, mereka tak akan tinggal diam. Pergi ke tukang bakso adalah salah satu solusinya. Para santri ini sudah biasa membei bakso dengan membawa mie nya sendiri yang mereka punya. Selain untuk berhemat, mereka pun tak perlu repot untuk memasak mie. Kan, ada abang tukang bakso.

7.      Mie instan tanpa dimasak sudah biasa bagi para santri



Tanpa perlu dimasak terlebih dahulu, mie instan tetap bisa dinikmati oleh para santri dengan caranya sendiri. Tak perlu di masak, tak perlu ditambah air, ataupun dimasakin abang tukang bakso, mie instan kriuk-kriuk menjadi pilihan para santri untuk mengganjal perutnya. Hanya dengan meremukkan mie instan dan  mencampurkan semua bumbu yang ada, voilllaaa, mie kriuk-kriuk siap disajikan.

     Kondisi lah yang membedakan para santri dengan orang-orang di luaran sana ketika makan mie. Dengan berbagai kondisi yang dialaminya, para santri mencoba beradaptasi agar dapat menikmati lezatnya mie instan. Kondisi ini pulalah yang mengajarkan mereka untuk mencoba ikhlas menerima setiap keadaan yang ada dengan tak lupa untuk tetap berusaha.