Selasa, 15 Desember 2015

Lupa pin atm

   

     Bagi kamu yang aktif menggunakan kartu atm, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah “pin atm”.  Hahaha. Tentu saja hal ini sangat penting.  Ya kalee kamu punya kartu atm tanpa pin. Gimana cara menggunakan atm nya? Padahal tau sendiri dong, pas masukin kartu atm ke mesinnya, kamu akan diminta untuk memasukkan pin atm kamu. Setelah memasukan pin atm dengan benar, kamu bisa bertransaksi dengan bebas. Kamu bisa cek saldo, transfer atau juga tarik tunai.
      Pin atm ini terdiri dari deretan angka yang telah kita masukkan pada saat membuat kartu atm di bank.  Kamu bebas menggunakan angka berapa pun untuk pin atm kamu, yang penting angka tersebut mudah untuk diingat. Hanya ketentuan jumlah digit saja yang ditentukan oleh pihak bank. Misalnya, pin atm harus terdiri dari 4 digit angka, atau 6 digit angka. Hal ini sudah diatur oleh pihak bank.
     Tentunya kamu sudah hafal dong dengan pin atm kamu? Apalagi kalau kamu sering bertransaksi dengan kartu atm, uuuuh udah hafal banget kayanya. Tapi, lain halnya dengan orang yang gak terlalu aktif menggunakan kartu atm, dia juga akan tidak terlalu ingat dengan pin atmnya. Kenapa? Karena, pada dasarnya kita mengingat angka atau sesuatu karena kita sering menggunakannya, mengucapkannya. Jadi, wajar kalau kamu yang aktif pake atm, kamu udah hafal banget sama pin atm kamu. Dan wajar juga bagi kamu yang ga terlalu aktif pake atm jadi lupa-lupa ingat gitu sama pin atm mu.
 Nah, kalau kamu lupa-lupa ingat sama pin atm kamu yang sangat berharga itu, ada beberapa langkah yang bisa jadi solusi atas masalah tersebut

1.     Ingat-ingat berapa pin mu. siapa tahu dengan mencoba mengingatnya, kamu jadi ingat beneran. Kalau itu berhasil, selamat deh hidup mu. kamu ga perlu ribet ngelakuin hal yang lainnya.



2.    Untuk membuktikan apakah pin atm yang sudah kamu ingat-ingat itu valid atau ngga, caranya adalah dengan bereksperimen.


Langkahkan kaki mu ke mesin atm, masukan kartu atm, dan masukkan pin atm yang kamu ingat sebagai pin atm mu. kalau berhasil, berarti perkara selesai. Kamu bisa bertransaksi dengan normal kembali.  Dan ingatlah untuk jangan melupakan pin atm mu. untuk jaga-jaga, kamu bisa menuliskan pin atm di buku rahasiamu atau dimanapun yang menurut kamu aman. Tapi, kalau ga berhasil itu artinya pin atm yang kamu masukkan  “salah”. Itu artinya, kamu harus berjuang lebih keras lagi agar kartu atm mu bisa digunakan kembali

3.    Cara yang paling ampuh ketika kamu lupa pin atm adalah “pergi ke bank”.



Yoi meeen. Kartu atm itu bikinan bank. So, pasti bank tahu gimana cara nya agar kartu atm kamu bisa normal kembali alias bisa digunakan kembali.
Simpel aja, kamu tinggal pergi ke bank terdekat. Voilllaaa, kamu tinggal ikutin prosedur dari bank nya deh. Ya, standar aja sih, paling nanti dikasih nomor antrian, terus kamu ngantri deh. Jika sudah waktunya, kamu bakal dipanggil sama costumer service, dan dia juga yang bakal ngasih tau kamu harus gimana. ya, paling kamu disuruh menyiapkan beberapa digit angka untuk pin baru mu. pakaialah angka yang mudah diingat ya, kawan. Supaya  kamu ga lupa lagi.  Tadaaaaaaa, kartu atm kamu bisa digunakan selayaknya kartu atm. Tentunya dengan pin baru yang mudah-mudahan kamu ga lupa lagi yaaa.





Tamparan keras
Lelah . Memang lelah. Rasanya ingin ku teriakkan pada dunia bahwa aku merasakan lelah yang teramat sangat. Rasanya ingin ku tuliskan dalam semua status pada semua akun sosmed yang ku punya. Agar orang lain tau, aku sedang merasakan kelelahan ini. Rasanya ingin ku ucapkan kata “lelah” dalam setiap perkataan dan obrolan dengan orang lain. Bahkan saat ku sendiri, rasanya ingin sekali untuk mengucapkan lelah sambil bersandar pada tembok di sudut ruangan. Hanya tembok yang dapat dijadikan sandaran yang terlihat nyata, dan jelas di depan mata. Ah, sudahlah. Abaikan bahasan sandaran ini. Aku sedang tidak ingin membahasnya. Lain kali saja akan ku ceritakan secara khusus tentang sandaran itu.
     Ok, kembali lagi kepada rasa yang sedang menghantui ku saat ini, yaitu lelah. Entahlah, akhir-akhir ini, beberapa kegiatan akademik dan non akademik telah menyita waktu ku, menguras pikiran dan tenaga ku, serta mengikis isi dompet ku. Semoga hal ini tidak lah mengganggu kedekatanku dengan –Nya. Ya, memang terkadang kondisi seperti ini dapat membuat kita lebih dekat dengan-Nya. Karena kita sangat merasakan tidak ada lagi yang dapat membantu dan kita andalkan selain Dia. Namun, terkadang hal ini bisa juga berlawanan. Akibat terlalu pusing menghadapi kondisi yang serba tak mengenakkan, kualitas kedekatan dengan-Nya pun ikut terganggu.
      Rasanya badan ini remuk saat menjalani setumpuk aktivitas. Tapi, jika direnungkan dan dipikirkan kembali, sebenarnya aktivitas yang ku jalani tidaklah terlalu banyak. Aku masih bisa membuka semua akun sosmed ku seperti biasanya. haaah baru seperti ini saja sudah merasa orang paling lelah sedunia. Padahal, ini belum ada setengahnya, bahkan seperempatnya dari perjuangan orang-orang di luar sana. Dan aku disini, hanya bisa mengeluh dan mengeluh. Ooooohh God. Maafkan aku ya Allah. Aku terlalu terbawa perasaan. Dikiranya cuman aku aja yang sibuk. Dikiranya cuman aku aja yang lelah. Dikiranya cuman aku aja yang ada dalam kondisi kurang baik. Aah, aku terlalu berlebihan, jika beranggapan seperti ini.
     Hellllooooow, di dunia ini bukan cuman kamu yang sibuk. Bukan cuman kamu yang lelah. Open your eyes, sist. Buka mata mu, buka jendela kamar mu, lihatlah di luaran sana. Bahkan banyak orang yang lebih sibuk dari mu. Dan, mereka tidak banyak mengeluh. Bahkan mereka menikmati semua aktivitasnya.
      Ayolaaah, coba berdamai dengan keadaan yang ada. Toh, bagaimanapun kondisi mu, mentari akan tetap terbit dengan indahnya. Kamu bahagia, kamu lelah, kamu frustasi, kamu sedih, itu semua tak akan mengubah agar mentari tak terbit. Tetap saja, mentari akan terbit seperti biasanya. waktu akan terus bergulir. Dan, jika kamu hanya menuruti ego mu saja, tidak akan ada perubahan. So, jalani semuanya dengan ikhlas.
      Ingatlah, perjuangan mu, kelelahan mu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan orang-orang di luaran sana.
 Kamu setres, karena menghadapi ujian atau tugas yang menumpuk? Ini tak ada apa-apanya dibandingkan perjuangan nabi Muhammad SAW yang dengan sabarnya menghadapi orang-orang yang tidak mempercayainya dan tidak ingin mempercayainya.
Kamu frustasi akibat ditinggal pacar, atau masalah percintaan lainnya.
Hal ini tak sebanding dengan keikhlasan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah-Nya untuk menyembelih putranya, Isma’il.
      Coba renungkan sejenak. ujian yang kamu hadapi saat ini, dibandingkan dengan yang dihadapi para Nabi, hal ini tak ada apa-apanya. So, kamu tak perlu mempersulit keadaan dengan merasa kamu lah yang paling tertekan, paling merana akibat masalah yang kamu hadapi. Iya, kamu tentu berbeda dengan para Nabi. Levelnya juga beda. So, ujiannya pun berbeda. Dan, kamu tahu? Ujian ini telah disesuaikan dengan kemampuan mu. Artinya, kamu pasti akan mampu melewatinya. Allah tidak memberikan ujian  seperti ujian-ujian yang dialami oleh para Nabi, ya karena Allah tahu, itu terlau berat untuk mu. And then, Allah memberikan ujian lain yang sudah disesuaikan dengan kemampuanmu. Ya, ujian atau masalah yang kamu hadapi saat ini.
Percayalah, semuanya akan berlalu, dan kamu pasti dapat melewatinya…..
Lelah memang. Tapi, jadikan lelah mu ini sebagai pengingat bahwa Allah selalu bersamamu, saat kamu sudah tak tahu lagi harus bersandar kemana, harus pergi kea arah mana. So, nikmati saja sob. Hidup ini terlalu indah untuk hanya sekedar mengeluh atas keadaan yang ada.

      Fuiiiiiihhh, rambutku terguncang oleh hembuhan nafas yang ku hembuskan dari mulutku. Hmm, rasanya seperti menerima tamparan keras saat membaca petuah-petuah yang tertulis indah pada secarik kertas putih polos tersebut. Kertas putih polos tersebut aku lipat dengan rapi dan ku selipkan diantara lembaran-lembaran cerita hidupku. Petuah dari seseorang yang jauh disana yang telah rela berbagi pundaknya secara tidak langsung dengan ku. Terima kasih, kawan...