Tamparan keras
Lelah . Memang lelah. Rasanya ingin ku teriakkan pada
dunia bahwa aku merasakan lelah yang teramat sangat. Rasanya ingin ku tuliskan
dalam semua status pada semua akun sosmed yang ku punya. Agar orang lain tau,
aku sedang merasakan kelelahan ini. Rasanya ingin ku ucapkan kata “lelah” dalam
setiap perkataan dan obrolan dengan orang lain. Bahkan saat ku sendiri, rasanya
ingin sekali untuk mengucapkan lelah sambil bersandar pada tembok di sudut
ruangan. Hanya tembok yang dapat dijadikan sandaran yang terlihat nyata, dan
jelas di depan mata. Ah, sudahlah. Abaikan bahasan sandaran ini. Aku sedang
tidak ingin membahasnya. Lain kali saja akan ku ceritakan secara khusus tentang
sandaran itu.
Ok, kembali
lagi kepada rasa yang sedang menghantui ku saat ini, yaitu lelah. Entahlah,
akhir-akhir ini, beberapa kegiatan akademik dan non akademik telah menyita
waktu ku, menguras pikiran dan tenaga ku, serta mengikis isi dompet ku. Semoga
hal ini tidak lah mengganggu kedekatanku dengan –Nya. Ya, memang terkadang
kondisi seperti ini dapat membuat kita lebih dekat dengan-Nya. Karena kita
sangat merasakan tidak ada lagi yang dapat membantu dan kita andalkan selain Dia.
Namun, terkadang hal ini bisa juga berlawanan. Akibat terlalu pusing menghadapi
kondisi yang serba tak mengenakkan, kualitas kedekatan dengan-Nya pun ikut
terganggu.
Rasanya badan ini remuk saat menjalani
setumpuk aktivitas. Tapi, jika direnungkan dan dipikirkan kembali, sebenarnya
aktivitas yang ku jalani tidaklah terlalu banyak. Aku masih bisa membuka semua
akun sosmed ku seperti biasanya. haaah baru seperti ini saja sudah merasa orang
paling lelah sedunia. Padahal, ini belum ada setengahnya, bahkan seperempatnya
dari perjuangan orang-orang di luar sana. Dan aku disini, hanya bisa mengeluh
dan mengeluh. Ooooohh God. Maafkan aku ya Allah. Aku terlalu terbawa perasaan.
Dikiranya cuman aku aja yang sibuk. Dikiranya cuman aku aja yang lelah.
Dikiranya cuman aku aja yang ada dalam kondisi kurang baik. Aah, aku terlalu
berlebihan, jika beranggapan seperti ini.
Hellllooooow,
di dunia ini bukan cuman kamu yang sibuk. Bukan cuman kamu yang lelah. Open
your eyes, sist. Buka mata mu, buka jendela kamar mu, lihatlah di luaran sana.
Bahkan banyak orang yang lebih sibuk dari mu. Dan, mereka tidak banyak
mengeluh. Bahkan mereka menikmati semua aktivitasnya.
Ayolaaah,
coba berdamai dengan keadaan yang ada. Toh, bagaimanapun kondisi mu, mentari
akan tetap terbit dengan indahnya. Kamu bahagia, kamu lelah, kamu frustasi,
kamu sedih, itu semua tak akan mengubah agar mentari tak terbit. Tetap saja,
mentari akan terbit seperti biasanya. waktu akan terus bergulir. Dan, jika kamu
hanya menuruti ego mu saja, tidak akan ada perubahan. So, jalani semuanya
dengan ikhlas.
Ingatlah,
perjuangan mu, kelelahan mu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan orang-orang
di luaran sana.
Kamu setres,
karena menghadapi ujian atau tugas yang menumpuk? Ini tak ada apa-apanya
dibandingkan perjuangan nabi Muhammad SAW yang dengan sabarnya menghadapi
orang-orang yang tidak mempercayainya dan tidak ingin mempercayainya.
Kamu frustasi akibat ditinggal pacar, atau masalah
percintaan lainnya.
Hal ini tak sebanding dengan keikhlasan Nabi Ibrahim
dalam menjalankan perintah-Nya untuk menyembelih putranya, Isma’il.
Coba renungkan sejenak. ujian yang kamu
hadapi saat ini, dibandingkan dengan yang dihadapi para Nabi, hal ini tak ada
apa-apanya. So, kamu tak perlu mempersulit keadaan dengan merasa kamu lah yang
paling tertekan, paling merana akibat masalah yang kamu hadapi. Iya, kamu tentu
berbeda dengan para Nabi. Levelnya juga beda. So, ujiannya pun berbeda. Dan,
kamu tahu? Ujian ini telah disesuaikan dengan kemampuan mu. Artinya, kamu pasti
akan mampu melewatinya. Allah tidak memberikan ujian seperti ujian-ujian yang dialami oleh para
Nabi, ya karena Allah tahu, itu terlau berat untuk mu. And then, Allah
memberikan ujian lain yang sudah disesuaikan dengan kemampuanmu. Ya, ujian atau
masalah yang kamu hadapi saat ini.
Percayalah, semuanya akan berlalu, dan kamu pasti
dapat melewatinya…..
Lelah memang. Tapi, jadikan lelah mu ini sebagai
pengingat bahwa Allah selalu bersamamu, saat kamu sudah tak tahu lagi harus
bersandar kemana, harus pergi kea arah mana. So, nikmati saja sob. Hidup ini
terlalu indah untuk hanya sekedar mengeluh atas keadaan yang ada.
Fuiiiiiihhh, rambutku terguncang oleh
hembuhan nafas yang ku hembuskan dari mulutku. Hmm, rasanya seperti menerima
tamparan keras saat membaca petuah-petuah yang tertulis indah pada secarik
kertas putih polos tersebut. Kertas putih polos tersebut aku lipat dengan rapi
dan ku selipkan diantara lembaran-lembaran cerita hidupku. Petuah dari
seseorang yang jauh disana yang telah rela berbagi pundaknya secara tidak
langsung dengan ku. Terima kasih, kawan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar