Selasa, 15 Desember 2015

Tamparan keras
Lelah . Memang lelah. Rasanya ingin ku teriakkan pada dunia bahwa aku merasakan lelah yang teramat sangat. Rasanya ingin ku tuliskan dalam semua status pada semua akun sosmed yang ku punya. Agar orang lain tau, aku sedang merasakan kelelahan ini. Rasanya ingin ku ucapkan kata “lelah” dalam setiap perkataan dan obrolan dengan orang lain. Bahkan saat ku sendiri, rasanya ingin sekali untuk mengucapkan lelah sambil bersandar pada tembok di sudut ruangan. Hanya tembok yang dapat dijadikan sandaran yang terlihat nyata, dan jelas di depan mata. Ah, sudahlah. Abaikan bahasan sandaran ini. Aku sedang tidak ingin membahasnya. Lain kali saja akan ku ceritakan secara khusus tentang sandaran itu.
     Ok, kembali lagi kepada rasa yang sedang menghantui ku saat ini, yaitu lelah. Entahlah, akhir-akhir ini, beberapa kegiatan akademik dan non akademik telah menyita waktu ku, menguras pikiran dan tenaga ku, serta mengikis isi dompet ku. Semoga hal ini tidak lah mengganggu kedekatanku dengan –Nya. Ya, memang terkadang kondisi seperti ini dapat membuat kita lebih dekat dengan-Nya. Karena kita sangat merasakan tidak ada lagi yang dapat membantu dan kita andalkan selain Dia. Namun, terkadang hal ini bisa juga berlawanan. Akibat terlalu pusing menghadapi kondisi yang serba tak mengenakkan, kualitas kedekatan dengan-Nya pun ikut terganggu.
      Rasanya badan ini remuk saat menjalani setumpuk aktivitas. Tapi, jika direnungkan dan dipikirkan kembali, sebenarnya aktivitas yang ku jalani tidaklah terlalu banyak. Aku masih bisa membuka semua akun sosmed ku seperti biasanya. haaah baru seperti ini saja sudah merasa orang paling lelah sedunia. Padahal, ini belum ada setengahnya, bahkan seperempatnya dari perjuangan orang-orang di luar sana. Dan aku disini, hanya bisa mengeluh dan mengeluh. Ooooohh God. Maafkan aku ya Allah. Aku terlalu terbawa perasaan. Dikiranya cuman aku aja yang sibuk. Dikiranya cuman aku aja yang lelah. Dikiranya cuman aku aja yang ada dalam kondisi kurang baik. Aah, aku terlalu berlebihan, jika beranggapan seperti ini.
     Hellllooooow, di dunia ini bukan cuman kamu yang sibuk. Bukan cuman kamu yang lelah. Open your eyes, sist. Buka mata mu, buka jendela kamar mu, lihatlah di luaran sana. Bahkan banyak orang yang lebih sibuk dari mu. Dan, mereka tidak banyak mengeluh. Bahkan mereka menikmati semua aktivitasnya.
      Ayolaaah, coba berdamai dengan keadaan yang ada. Toh, bagaimanapun kondisi mu, mentari akan tetap terbit dengan indahnya. Kamu bahagia, kamu lelah, kamu frustasi, kamu sedih, itu semua tak akan mengubah agar mentari tak terbit. Tetap saja, mentari akan terbit seperti biasanya. waktu akan terus bergulir. Dan, jika kamu hanya menuruti ego mu saja, tidak akan ada perubahan. So, jalani semuanya dengan ikhlas.
      Ingatlah, perjuangan mu, kelelahan mu tak ada apa-apanya dibandingkan dengan orang-orang di luaran sana.
 Kamu setres, karena menghadapi ujian atau tugas yang menumpuk? Ini tak ada apa-apanya dibandingkan perjuangan nabi Muhammad SAW yang dengan sabarnya menghadapi orang-orang yang tidak mempercayainya dan tidak ingin mempercayainya.
Kamu frustasi akibat ditinggal pacar, atau masalah percintaan lainnya.
Hal ini tak sebanding dengan keikhlasan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah-Nya untuk menyembelih putranya, Isma’il.
      Coba renungkan sejenak. ujian yang kamu hadapi saat ini, dibandingkan dengan yang dihadapi para Nabi, hal ini tak ada apa-apanya. So, kamu tak perlu mempersulit keadaan dengan merasa kamu lah yang paling tertekan, paling merana akibat masalah yang kamu hadapi. Iya, kamu tentu berbeda dengan para Nabi. Levelnya juga beda. So, ujiannya pun berbeda. Dan, kamu tahu? Ujian ini telah disesuaikan dengan kemampuan mu. Artinya, kamu pasti akan mampu melewatinya. Allah tidak memberikan ujian  seperti ujian-ujian yang dialami oleh para Nabi, ya karena Allah tahu, itu terlau berat untuk mu. And then, Allah memberikan ujian lain yang sudah disesuaikan dengan kemampuanmu. Ya, ujian atau masalah yang kamu hadapi saat ini.
Percayalah, semuanya akan berlalu, dan kamu pasti dapat melewatinya…..
Lelah memang. Tapi, jadikan lelah mu ini sebagai pengingat bahwa Allah selalu bersamamu, saat kamu sudah tak tahu lagi harus bersandar kemana, harus pergi kea arah mana. So, nikmati saja sob. Hidup ini terlalu indah untuk hanya sekedar mengeluh atas keadaan yang ada.

      Fuiiiiiihhh, rambutku terguncang oleh hembuhan nafas yang ku hembuskan dari mulutku. Hmm, rasanya seperti menerima tamparan keras saat membaca petuah-petuah yang tertulis indah pada secarik kertas putih polos tersebut. Kertas putih polos tersebut aku lipat dengan rapi dan ku selipkan diantara lembaran-lembaran cerita hidupku. Petuah dari seseorang yang jauh disana yang telah rela berbagi pundaknya secara tidak langsung dengan ku. Terima kasih, kawan...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar