Croc’s: Sandal sejuta umat
Kalian tahu dong sepatu atau sandal yang lagi naik daun belakangan ini.
Hmm, sebenarnya ga belakangan ini banget sih. Tapi, belakang nya belakang gitu
deh.
*apaan sih? Aah entahlah, abaikan saja si
belakang itu*
Ok, balik lagi ke sepatu atau sandal yang
udah jadi kebutuhan yang tak bisa ditinggalkan. Jadi, sekitar 3 tahunan yang
lalu, brand sepatu atau sandal ini sudah tak asing lagi di telinga para pengguna alas kaki. Gambar buaya selalu ditemukan di
setiap label produknya. Yups, perusahaan sepatu atau sandal ini mengusung
gambar buaya sebagai lambang brandnya. Tau lah brand apa yang aku maksud di
sini. Produk yang dihasilkan sangatlah beragam, mulai dari sepatu atau sandal untuk perempuan, laki-laki,
dan juga anak-anak. Kurang lebih seperti
inilah penampakannya
Pada tahun 2012, sepatu dengan penampakan di bawah merupakan sepatu yang
lagi ngetrend banget di dunia persepatuan dan persandalan.
Entahlah, ini sepatu atau sandal. Yang
jelas, ini dipakai untuk melindungi kaki kita dari kasarnya aspal jalanan, beceknya
jalanan yang telah diguyur hujan, dan
hal-hal lain yang membahayakan, seperti paku, batu tajam ,bahkan si doi.
Hahaha. *abaikan benda terakhir yang disebut. Ya, mereka memang harusnya
diabaikan. Move on dong move on. Aaahh, lagi-lagi salah fokus
Ok, balik lagi ke pembahasan soal sepatu atau sandal hasil karya George B. Boedecker, yaitu sepatu atau sandal
CROCS. Crocs berasal dari Colorado (Negeri Paman Sam) yang berdiri sejak tahun
2002. Pada awalnya, Crocs ini didesain
untuk kebutuhan sepatu di spa. Sepatu yang dibutuhkan di spa merupakan
sepatu yang nyaman, dan aman alias ga licin, dan tentunya desain yang
sederhana. Berawal dari desain sepatu spa inilah, George
kemudian membuat desain-desain baru sehingga Crocs bisa cukup keren untuk
dipakai sehari-hari. Bentuk crocs yang sederhana ini
terinspirasi dari klompen atau sepatu khas belanda yang biasa digunakan oleh
pekerja pabrik, tambang, dan tani sebagai perlindungan. Prinsip inilah yang
dipegang oleh George dalam menciptakan sepatu yang aman dan nyaman.
Banyak juga yang salah kaprah saat mengucapkan brand
ini. Alih-alih menyebut crocs dengan benar, lidah mereka terpeleset, dan
akhirnya kata cros lah yang terucap. Ah, ya sudahlah. Maksud mereka siih crocs alias cros. Bagi mereka hal ini sama
saja. Dengan desainnya yang sederhana, sepatu atau sandal crocs ini banyak
diminati oleh penggemar sepatu atau sandal. Beberapa produknya juga terbuat
dari karet sehingga jika terkena air mudah untuk
kering. Harga produk dari crocs ini kisaran ratusan ribu rupiah, mulai dari
150.000 untuk yang paling murah. Produk
crocs dengan berbagai kelebihannya dan tentunya uang berlebih yang harus
dikeluarkan untuk mendapatkan produk tersebut, menyebabkan adanya produk
replica alias KW yang harganya tentu lebih murah, dan kualitas di bawah produk
yang asli. Sehingga, tak heran jika harga crocs asli bisa mencapai ratusan
ribu, maka crocs kw bisa lebih menghemat isi dompetmu. Dengan harga 35.000 saja
kamu dapat memiliki salah satu produk dari brand berlogo buaya seperti di bawah
ini.
Saking banyaknya yang pakai produk crocs,
khususnya para cewe-cewe, produk crocs
sekarang telah menjadi sandal sejuta umat alias sandal yang banyak dipakai oleh
orang-orang. Coba deh kali-kali perhatiin alas kaki seperti apa yang dipakai
cewe-cewe abg dan dewasa. Kalian akan mendapati pemandangan kaki cewe-cewe ini
dibalut dengan produk crocs ini. Hal ini ditemui di berbagai ruang publik,
seperti kampus, tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan ruang publik lainnya. Dan
kalau kamu salah satu pengguna sandal crocs ini, kamu akan menemui sandal yang
sama dengan sandal yang kamu punya. Entah itu modelnya yang sama, nomor ukuran
yang sama, warna yang sama atau juga sama persis segala-galanya. Hahaha. Untuk
kasus sandal yang sama segala-segalanya, atau cuman beda nomor ukurang nya
doang, yang jelas jika kamu pakai sandal sejuta umat ini siap-siaplah untuk hal
terburuk, yaitu sandal yang tertukar. Tapi, separah-parahnya ketuker, tenang
aja, ga akan sampe ketuker sama yag beda model ko. Hahaha. Ya, paling-paling
yang asalnya ukuran sepatu kecil tiba-tiba jadi gede, atau juga sebaliknya.
Kalau ga gitu, paling ketuker sama sandal yang beda warna, tentu dengan model
yang sama ya. Tau-tau sandal kamu yang asalnya warna ungu tua berubah jadi biru
dongker. Asalnya biru dongker, tiba-tiba jadi warna hitam. Hahaha. Maklumlah
namanya juga sandal sejuta umat. Tapi, ya diambil hikmahnya saja. Dengan sandal
yang tertukar ini, kamu jadi ga usah beli sepatu baru. Tertukarnya sandal akan
memberikan warna baru untuk kakimu. Dan, kamu tak usah beli crocs baru, kan
warna atau ukurannya udah berubah. walaupun begitu, tetep ga enak sih,
karena tingkat kenyamanannya berkurang.
But, keep calm. Dan tunggu untuk sesi pertukaran yang lain. Siapa tahu nemu
yang cocok….


