Sabtu, 19 Maret 2016

Croc’s: Sandal sejuta umat
       Kalian tahu dong sepatu atau sandal yang lagi naik daun belakangan ini. Hmm, sebenarnya ga belakangan ini banget sih. Tapi, belakang nya belakang gitu deh.
*apaan sih? Aah entahlah, abaikan saja si belakang itu*
Ok, balik lagi ke sepatu atau sandal yang udah jadi kebutuhan yang tak bisa ditinggalkan. Jadi, sekitar 3 tahunan yang lalu, brand sepatu atau sandal ini sudah tak asing lagi di telinga para pengguna  alas kaki. Gambar buaya selalu ditemukan di setiap label produknya. Yups, perusahaan sepatu atau sandal ini mengusung gambar buaya sebagai lambang brandnya. Tau lah brand apa yang aku maksud di sini. Produk yang dihasilkan sangatlah beragam, mulai dari  sepatu atau sandal untuk perempuan, laki-laki, dan juga anak-anak.  Kurang lebih seperti inilah penampakannya

       Pada tahun 2012, sepatu dengan penampakan di bawah merupakan sepatu yang lagi ngetrend banget di dunia persepatuan dan persandalan. 

Entahlah, ini sepatu atau sandal. Yang jelas, ini dipakai untuk melindungi kaki kita dari kasarnya aspal jalanan, beceknya jalanan yang telah diguyur hujan,  dan hal-hal lain yang membahayakan, seperti paku, batu tajam ,bahkan si doi. Hahaha. *abaikan benda terakhir yang disebut. Ya, mereka memang harusnya diabaikan. Move on dong move on. Aaahh, lagi-lagi salah fokus
       Ok, balik lagi ke pembahasan soal sepatu atau sandal hasil karya George B. Boedecker, yaitu sepatu atau sandal CROCS. Crocs berasal dari Colorado (Negeri Paman Sam) yang berdiri sejak tahun 2002.  Pada awalnya, Crocs ini didesain untuk  kebutuhan sepatu di spa.  Sepatu yang dibutuhkan di spa merupakan sepatu yang nyaman, dan aman alias ga licin, dan tentunya desain yang sederhana.  Berawal dari desain sepatu spa inilah, George kemudian membuat desain-desain baru sehingga Crocs bisa cukup keren untuk dipakai sehari-hari. Bentuk crocs yang sederhana ini terinspirasi dari klompen atau sepatu khas belanda yang biasa digunakan oleh pekerja pabrik, tambang, dan tani sebagai perlindungan. Prinsip inilah yang dipegang oleh George dalam menciptakan sepatu yang aman dan nyaman.
      Banyak juga yang salah kaprah saat mengucapkan brand ini. Alih-alih menyebut crocs dengan benar, lidah mereka terpeleset, dan akhirnya kata cros lah yang terucap. Ah, ya sudahlah. Maksud mereka siih  crocs alias cros. Bagi mereka hal ini sama saja. Dengan desainnya yang sederhana, sepatu atau sandal crocs ini banyak diminati oleh penggemar sepatu atau sandal. Beberapa produknya juga terbuat dari karet sehingga jika terkena air mudah untuk kering. Harga produk dari crocs ini kisaran ratusan ribu rupiah, mulai dari 150.000 untuk yang paling  murah. Produk crocs dengan berbagai kelebihannya dan tentunya uang berlebih yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan produk tersebut, menyebabkan adanya produk replica alias KW yang harganya tentu lebih murah, dan kualitas di bawah produk yang asli. Sehingga, tak heran jika harga crocs asli bisa mencapai ratusan ribu, maka crocs kw bisa lebih menghemat isi dompetmu. Dengan harga 35.000 saja kamu dapat memiliki salah satu produk dari brand berlogo buaya seperti di bawah ini.

       Saking banyaknya yang pakai produk crocs, khususnya para cewe-cewe,  produk crocs sekarang telah menjadi sandal sejuta umat alias sandal yang banyak dipakai oleh orang-orang. Coba deh kali-kali perhatiin alas kaki seperti apa yang dipakai cewe-cewe abg dan dewasa. Kalian akan mendapati pemandangan kaki cewe-cewe ini dibalut dengan produk crocs ini. Hal ini ditemui di berbagai ruang publik, seperti kampus, tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan ruang publik lainnya. Dan kalau kamu salah satu pengguna sandal crocs ini, kamu akan menemui sandal yang sama dengan sandal yang kamu punya. Entah itu modelnya yang sama, nomor ukuran yang sama, warna yang sama atau juga sama persis segala-galanya. Hahaha. Untuk kasus sandal yang sama segala-segalanya, atau cuman beda nomor ukurang nya doang, yang jelas jika kamu pakai sandal sejuta umat ini siap-siaplah untuk hal terburuk, yaitu sandal yang tertukar. Tapi, separah-parahnya ketuker, tenang aja, ga akan sampe ketuker sama yag beda model ko. Hahaha. Ya, paling-paling yang asalnya ukuran sepatu kecil tiba-tiba jadi gede, atau juga sebaliknya. Kalau ga gitu, paling ketuker sama sandal yang beda warna, tentu dengan model yang sama ya. Tau-tau sandal kamu yang asalnya warna ungu tua berubah jadi biru dongker. Asalnya biru dongker, tiba-tiba jadi warna hitam. Hahaha. Maklumlah namanya juga sandal sejuta umat. Tapi, ya diambil hikmahnya saja. Dengan sandal yang tertukar ini, kamu jadi ga usah beli sepatu baru. Tertukarnya sandal akan memberikan warna baru untuk kakimu. Dan, kamu tak usah beli crocs baru, kan warna atau ukurannya udah berubah. walaupun begitu, tetep ga enak sih, karena   tingkat kenyamanannya berkurang. But, keep calm. Dan tunggu untuk sesi pertukaran yang lain. Siapa tahu nemu yang cocok….




Tidak ada komentar:

Posting Komentar