Sekilas tentang Novel Hujan
Judul Buku :
Hujan
Penulis :
Tere Liye
Banyak halaman : 320 halaman
Penerbit :
PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : Januari 2016
Novel terbaru Tere Liye sudah terpajang di
toko-toko buku. Hujan, judul terbaru novelnya. Tak kalah mengagumkan dari
novel-novel sebelumnya. Novel tere liye memang selalu tampil memukau para
penikmat novel, khususnya para penggemar novelnya. Entahlah, akhir-akhir ini
judul yang dipakai untuk novelnya selalu terdiri dari satu kata. Tak percaya?
Baiklah ini merupakan deretan judul novelnya yang hanya satu kata
Pulang, rindu, bumi, bulan….
Novel hujan yang bau-baru ini telah
tersebar di berbagai toko buku di Indonesia, tentu telah menyedot perhatian
lebih dari penikmat novel dan penggemar karya tere liye ini. Di beberapa toko
buku tak mau melewatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan. Mereka memesan
buku dengan jumlah eksemplar yang banyak, mengingat antusias massa yang akan banyak
mencari-cari karya ini.
Novel yang diberi judul “Hujan” ini mengisahkan tentang persahabatan, cinta,
perpisahan, melupakan dan tetnang hujan. Kisah ini dimulai di ruangan terapi
syaraf. Di ruangan terebut terdapat seorang paramedis dengan seorang pasiennya
bernama lail. Lail datang ke tempat ini untuk melupakan hujan. Lail pun masuk
ke dalam ruangan untuk memulai terapi nya. Ia mulai bercerita tentang
kehidupannya. Disinilah awal cerita itu dimulai. Lail memulai ceritanya dengan
cerita di tahun 2042. Tahun dimana bencana alam dahsyat terjadi di muka bumi, dan
hanya menyisakan 10 persen penduduk bumi. Tahun dimana ia kehilangan ibu dan
ayahnya. Tahun dimana ia mengenal seorang anak laki-laki yang terpaut dua tahun
lebih tua darinya yang nantinya amat berarti dalam hidupnya.
Tahun 2042, penduduk bumi sudah menikmati kemutakhiran teknologi. Tak
ada lagi jam konvensional, tapi digantikan dengna peranti model terbaru berukuran 2x3 cm yang ditanam di lengan.
tinggal goyangkan lengan mu, maka layar itu akan menyala. Sangat praktis dan
banyak hal yang dapat dilakukan oleh layar sentuh tersebut. Peranti tersebut dapat berfungsi sebagai jam,
alat komunikasi, juga alat pembayaran.
Pada tahun itu pula, telah lahir penduduk bumi yang ke 10 miliyar. Hal ini tentu menjadi perbincangan hangat.
Kelahiran bayi yang ke 10 miliyar ini adalah berita buruk bagi seorang
professor yang sedang diwawancarai pembawa acara berita. Ia menyebutkan umat
manusia ini sejtinya sama seperti virus. Mereka berkembang biak dengan cepat,
menyedot sumber daya hingga habis, kemudian tidak ada yang tersisa. Mereka
rakus sekali. Wabah penyakit atau perang sekalipun tak pernah berhasil
menghentikan umat manusia. Yang bisa menghancurkan manusia itu adalah obat
paling keras. Dan itu adalah kekuatan alam. Sehebat apapun manusia, Tapi mereka sebenarnya lemah ketika berhadapan
dengan alam. Dan itu adalah bencana alam
yang sangat mengerikan dan tak terelakkan.
Bencana alam yang dahsyat itu akhirnya terjadi, meluluhlantahkan yang
ada di bumi. Membuat hidup Lail berubah. Ingin tahu kelanjutannya? Bagaimana
kelangsungan hidup penduduk bumi? Yuu baca yuuu novel Tere Liye yang terbaru,
HUJAN.
Novel ini akan membawa mu ke zaman
teknologi yang mutakhir. Tahun 2050, dengan berbagai fasilitas mesin yang
menawan. Mobil terbang, penghapus memori, dan berbagai peralatan modern lainnya
yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Novel ini juga sekaligus
mengingatkanmu akan keserakahan manusia yang akan menghancurkan manusia itu
sendiri. Ketegaran menerima takdir buruk yang dibalas dengan persembahan
terbaik yang bisa dilakukan untuk kebermanfaatan bagi sesama. Dan, tentang
kenangan yang ingin dihapus dari memori. Namun, sejatinya, bukan melupakan
kenangan yang menjadi masalahnya. Tapi menerima. Barang siapa menerima, maka
dia bisa melupakan. Tapi, jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan bisa
melupakan.
So, tunggu apalagi segera baca buku nya
sekarang. Dijamin, ga bakalan nyesel. Harga normalnya Rp. 68.000. Kemarin sih dapat diskon,
harganya jadi 50.000, hehehe….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar